Peluncuran Domain desa.id
Melung (1/5/2013). Bertepatan dengan Hari Buruh Dunia, Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) resmi meluncurkan domain tingkat dua (DTD) baru yaitu desa.id.
Selain diadakan acara “potong tumpeng” di kantor PANDI Jakarta, peluncuran domain desa.id ini juga mengadakan video konferensi dengan Desa Membangun wilayah Banyumas.
Menariknya, di Banyumas, video konferensi ini diadakan di areal persawahan desa Melung, kecamatan Kedungbanteng, kabupaten Banyumas. Areal persawahan ini masih terliput sinyal wifi desa Melung, sehingga dimungkinkan acara video konferensi bersama PANDI di Jakarta dengan lancar.
Hadir di lokasi video konferensi desa Melung, perwakilan perangkat desa membangun wilayah Banyumas, Blogger Banyumas, BlankOn Banyumas dan diliput oleh wartawan-wartawan dari Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Purwokerto.
Sedangkan di kantor PANDI Jakarta dihadiri oleh Ketua Panja RUU Desa DPR RI, Budiman Sudjatmiko dan Ketua Relawan Pemberdayaan Desa Nusantara (RPDN), Suryokoco.
Selain itu, mewakili Gerakan Desa Membangun (GDM), hadir pula Yossi Suparyo, salah satu anggota Dewan Pakar GDM, dan Kepala Desa Mandalamekar, Kecamatan Jatiwaras, Tasikmalaya, Jawa Barat, Yana Noviadi.
Video Konferensi yang berlangsung lebih kurang 1 jam ini diisi saling mengucapkan selamat dan harapan dari masing-masing perwakilan. Diselingi dengan canda ringan desa-ibu kota.
Domain desa.id adalah manifestasi perjuangan identitas desa di ranah maya. Usulan domain desa.id mengalami perjalanan panjang selama satu tahun hingga akhirnya diluncurkan secara resmi 1 Mei 2013.
Usulan domain desa.id tidaklah berjalan dengan mulus. Berkali-kali, hingga saat ini, desa-desa harus berhadapan dengan pandangan-pandangan skeptis dari para pelaku internet dan pengusaha alamat internet.
Tapi tampaknya ketulusan desa yang tidak ditunggangi kepentingan apapun selain untuk identitas desa ini membuahkan hasil
Setelah mempunyai domain khusus untuk desa, tentu saja harapannya adalah tidak mensia-siakan salah satu identitas untuk desa ataupun yang setara dengan sebutan lain di ranah maya. Konten khas dan potensi desa diharapkan akan semakin masif sebagai pengarusutamaan berita positif tentang desa.
Video konferensi peluncuran domain desa.id bisa disaksikan di youtube :
Blogger Banyumas di Bersih Sungai Kranji Purwokerto
Purwokerto (21/4). Dalam rangka memperingati Hari Bumi yang diperingati setiap tanggal 22 April, sejumlah komunitas yang tergabung dalam Komunitas Hijau Banyumas menyelenggarakan kegiatan Bersih Sungai Kranji. Aksi ini dimulai sejak pukul 06.00 WIB di bendungan sungai Kranji yang berada di sebelah selatan SMP Negeri 1 Purwokerto. Selain Blogger Banyumas, kegiatan bersih sungai ini diikuti oleh jajaran Pemkab Banyumas, Kodim 0701 Banyumas, Gerakan Desa Membangun, Komunitas Foto, dan beberapa komunitas pecinta lingkungan di Banyumas.
Puluhan relawan, tua-muda, pria-wanita memulai kegiatan dengan tagar twitter #bersihKranji, ketika aliran sungai sudah disurutkan dengan menutup pintu bendungan Kranji.
Sungai Kranji membelah kota Purwokerto. Bahkan bendungan Kranji terletak di jalan protokol Purwokerto, Jalan Sudirman. Maka, menurut Yudhi Hariyawan, pegiat Biodiversity Society, setiap harinya hampir 2 ton sampah dibuang ke sungai Kranji dan biasanya menumpuk di bendungan Kranji.
Sehingga, selain untuk membersihkan sampah, Bersih Sungai Kranji ini bertujuan untuk menggugah kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah di sungai. Karena sebetulnya, sungai-sungai di kawasan Banyumas adalah sungai-sungai yang masih asri dan segar. Sangat disayangkan kalau dikotori dengan sampah.
Acara bersih sungai di kawasan Purwokerto, rutin diadakan oleh Komunitas Hijau Banyumas. Biasanya bertepatan dengan hari-hari lingkungan hidup. Setiap kegiatan bersih sungai selalu diikuti dengan antusias oleh berbagai elemen masyarakat Banyumas.
Ini yang menjadikan Banyumas menarik
Blogger Banyumas Dampingi Presentasi Domain desa.id
Sejak beberapa waktu yang lalu, Gerakan Desa Membangun (GDM) telah mengusulkan dibuatnya alamat domain internet desa.id. Tujuan usulan ini adalah agar desa mendapatkan identitas yang jelas di ranah maya.
Setelah menempuh tahapan-tahapan usulan domain yang ditetapkan PANDI, GDM diundang PANDI untuk mempresentasikan usulannya di Diskusi Umum Terbuka (DUT) PANDI.
Komunitas Blogger Banyumas sebagai salah satu komponen pendamping GDM, ikut menyertai dua Kepala Desa yang akan melakukan presentasi.
Setelah berangkat semalam sebelumnya, kontingen GDM dari Banyumas sampai lokasi acara tepat waktu beberapa saat sebelum acara dimulai.
Selasa 12 Februari 2013, pukul 09.00 WIB, bertempat di Ruang Apung Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, acara Diskusi Umum Terbuka PANDI dibuka.
Blogger Banyumas di Deklarasi AJI Purwokerto
Purwokerto (Sabtu 26/1), Komunitas Blogger Banyumas mendapat undangan untuk menghadiri acara “Deklarasi AJI Kota Persiapan Purwokerto dan Seminar New Media”. Acara ini diselenggarakan di Ruang Kresna, hotel Aston Purwokerto. Komunitas Blogger Banyumas menghadari acara bersama dengan beberapa perangkat desa dari Gerakan Desa Membangun (GDM) yang juga mendapat undangan.
Pukul 9.30 acara dimulai. Dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya yang dinyanyikan oleh seluruh peserta. Selanjutnya, Suharjono sebagai Sekjen Aliansi Jurnalis Independen (AJI) memberikan sambutannya
Menurut Suharjono, AJI kota Purwokerto ini sebagai wadah yang mengawal praktik jurnalistik bertanggungjawab dan kemerdekaan pers di wilayah Jawa Tengah bagian selatan.
Alasan lainnya, perkembangan kota Purwokerto menjadi barometer kota-kota di sekitarnya. Ini termasuk perkembangan perusahaan jurnalis di Purwokerto yang memiliki beberapa harian surat kabar.
Suharjono mengakhiri sambutannya dengan pesan kepada anggota AJI Kota Purwokerto untuk meningkatkan profesionalisme liputan.
Setelah sambutan dari Sekjen AJI, Ketua AJI Kota Persiapan Purwokerto, Aris Andrianto menyampaikan sambutannya.
Aris Andrianto, mengatakan, deklarasi AJI di wilayah eks-Karesidenan Banyumas, sangat penting karena perkembangan dan dinamikanya berkembang cukup pesat. “Ini hari bersejarah yang diharapkan mengembangkan dunia jurnalistik di Jawa Tengah bagian selatan yang selama ini boleh dibilang sepi,” katanya.
Selain itu juga disampaikan dalam deklarasi ini, mereka menegaskan penolakan terhadap segala bentuk pelanggaran kebebasan berpendapat dan hak memperoleh informasi, kekerasan dan kriminalisasi pada jurnalis, serta amplop atau suap ke jurnalis.
Menyambung pidatonya, Ketua AJI Kota Persiapan Purwokerto bersama anggotanya membacakan deklarasi dan tekad Aliansi Jurnalis Independen Purwokerto.
Setelah coffee break, acara dilanjutkan dengan Seminar “New Media”.
Seminar dengan model panelis ini dimulai kembali oleh Suharjono. Managing Editor Viva.co.id ini memaparkan perkembangan dan peluang internet di era informasi bagi dunia media dan jurnalis.
Berikutnya, Heru Margiyanto yang menjabat sebagai Senior Editor Kompas.com, menjabarkan konvergensi media jurnalis saat ini. Menurut Heru, untuk tetap bertahan, media-media sekarang ini melakukan berbagai langkah konvergensi dari sekedar media konvensional menuju media digital.
Workshop Bisnis Banyumas Go Online
Bekerjasama dengan Google dan Pandi (Pengelola Nama Domain Internet Indonesia), komunitas Blogger Banyumas menyelenggarakan Workshop Bisnis Banyumas Go Online.
Seperti tulisan di undangan sebelumnya, Workshop Bisnis Banyumas Go Online diselenggarakan di Aula Telkom Purwokerto selama 5 hari. Dimulai hari Senin (10/12) hingga Jumat 14 Desember 2012.
Sesuai dengan amanah Ulang Tahun Pertama Gerakan Desa Membangun, yang menyebutkan penguatan ekonomi perdesaan di Gerakan Desa Membangun (GDM) di tahun keduanya. Untuk itu, acara ini selain mengenalkan platform katalog online dari bisnisgoonline.co.id dan optimasinya, acara pelatihan ini menjadi ajang pemetaan UMKM yang ada di wilayah Banyumas.
Langkah awal pemetaan ini akan ditindaklanjuti dengan pendampingan-pendampingan di kesempatan berikutnya. Maka, pada kesempatan ini, Blogger Banyumas mengundang usaha-usaha kecil yang ada di Desa-desa Membangun wilayah Banyumas.
Secara singkat, Gerakan Desa Membangun adalah sebuah gerakan sosial (bukan project) yang berawal dari keinginan desa untuk memanfaatkan teknologi untuk efesiensi pelayanan kepada masyarakat dan peningkatan perekonomian perdesaan. Komunitas Blogger Banyumas adalah salah satu fasilitator yang tumbuh berkembang bersama GDM.
Sesuai harapan, undangan-undangan ke desa-desa membangun wilayah Banyumas terpenuhi. Secara bergantian, selama 5 hari usaha-usaha yang ada di desa datang mengikuti Workshop Bisnis Banyumas Go Online dengan antusias.
Mengusung konsep, 1 hari 1 angkatan pelatihan dengan materi tiap hari sama sehingga peserta bisa memilih hari untuk mengikuti workshop 1 hari. Sehingga selain undangan desa yang sudah ditentukan harinya, peserta dari kalangan pengusaha, kampus dan sekolah bisa hadir menyesuaikan jadwalnya. Meski kadang menyesuaikan dengan kondisi yang ada, secara umum, susunan acara Workshop Bisnis Banyumas Go Online adalah sebagai berikut :
08.30 – 09.00 Registrasi peserta
09.00 – 09.15 Sambutan
09.15 – 10.00 Penyampaian Materi Pentingnya Memanfaatkan Internet untuk Dunia Usaha
10.00 – 12.00 Pelatihan Kelola htpp:/www.bisnisgoonline.co.id untuk Usaha Kecil
12.00 – 13.00 Isoma
13.00 – 15.00 Optimasi Web Usaha Kecil di Internet
15.00 – 16.00 Diskusi dan Penutup
Dari 100 peserta yang ditargetkan, ternyata ada 125 orang dalam lima hari yang ikut workshop pembuatan katalog online ini. Peserta-peserta ini tahu informasi dari undangan, website resmi Blogger Banyumas, dan sosial media.
Tiga harian yang memuat berita Workshop Bisnis Banyumas Go Online. Yaitu, harian Suara Merdeka (11/12), Satelit Post (12/12), dan Harian Banyumas (13/12).
Diharapkan seluruh peserta tidak berhenti di acara ini, tapi tetap bersemangat ketika kembali diadakan pendampingan lanjutan.
Undangan Workshop Bisnis Banyumas Go Online
Dalam rangka membantu mengembangkan promosi produk dan jasa Usaha Kecil Mikro dan Koperasi di Kab. Banyumas, Blogger Banyumas bekerjasama dengan Google dan Pandi (Pengelola Nama Domain Internet Indonesia), mengundang para enterprenuership di wilayah Banyumas untuk hadir pada :
WORKSHOP “BISNIS BANYUMAS GO ONLINE”
Pelatihan pembuatan situs web untuk UKM & Koperasi
Hari / Tanggal : Senin-Jumat, 10 -14 Desember 2012
Waktu : Pukul 08.30 – 16.30 wib.
Tempat : Aula Kantor PT. Telkom Purwokerto, Jl. Merdeka No. 24 Purwokerto
Keterangan
- Acara ini GRATIS. Tidak dipungut biaya
- Setiap hari disampaikan materi yang sama. Jadi, calon peserta silakan memilih tanggal dan hari untuk datang ke Workshop Bisnis Banyumas Go Online
- Harap membawa KTP (asli)
- Harap Membawa Laptop
- Anda akan mendapatkan Situs Web Gratis, Sertifikat dan Konsumsi
Pendaftaran bisa melalui kolom komentar di bawah postingan ini, kami akan segera menghubungi via email.
Atau
melalui kontak person : Pradna 083863150405
Demikian undangan ini kami sampaikan.
Nonton Bareng Film Linimassa 2
Malam Minggu pukul 19.00, 3 November 2012, bertempat di salah satu ruang kuliah Akademi Telekomunikasi (Akatel) Purwokerto, diadakan acara nonton bareng film Linimas(s)a 2. Acara yang diselenggarakan bekerjasama dengan Himpunan Mahasiswa Teknik Akatel ini merupakan salah satu dari 53 acara nonton bareng film Linimassa 2 yang diadakan serentak di seluruh penjuru Indonesia.
Dibuka dengan pemutaran Linimas(s)a 1, sasaran pemuda dan mahasiswa dari acara ini baru terkumpul beberapa. Kemungkinan penyebabnya adalah hujan yang sedari sore turun masih membasahi Purwokerto. Benar saja, ketika hujan mulai berhenti, rombongan pemuda, mahasiswa dan beberapa komunitas di Purwokerto mulai berdatangan.
Selesai pemutaran Linimas(s)a 1, salah seorang dosen Akatel memberikan sambutan yang disusul oleh perwakilan Blogger Banyumas. Tidak berpanjang-lebar, film yang dibagikan oleh Internet Sehat beberapa hari sebelumnya, langsung diputar.
Film ini menceritakan tentang semangat orang-orang dari berbagai daerah di Indonesia yang memanfaatkan teknologi dan informasi. Dngan segala keterbatasan sarana dan prasarana, para pewarta warga ini konsisten mengabarkan berbagai konten positif dari daerahnya. Semangat “provokasi damai” yang dikabarkan menandingi masifnya berita-berita negatif dari media arus utama (mainstream). Menunjukkan kepada dunia bahwa masih terdapat keindahan dan semangat juang di tanah air ini.
Selesai menonton film besutan ICT Watch (yang kemudian membagikan kepada 53 tempat yang menyanggupi untuk nonton bareng serentak 3 November 2012), acara dilanjutkan dengan diskusi santai, sambil menikmati jajanan dan kopi yang disediakan panitia. Peserta nobar (nonton bareng), saling bercerita tentang pesan dan pengalaman di bidang teknologi informasi dan komunikasi. Pada kesempatan ini, Blogger Banyumas mengajak untuk bersama-sama untuk terus menyuarakan konten positif tantang Indonesia.
Pukul 22.00 acara nonton bareng film Linimassa 2 selesai.
Peluncuran Sistem Operasi BlankOn Banyumas
Purwokerto (17/8). Bertempat di Balai Kota Wakil Bupati Banyumas, Komunitas BlankOn Banyumas mengadakan Peluncuran Sistem Operasi BlankON Banyumas. Sebuah sistem operasi komputer yang berbasis sistem kode terbuka (open source) linux distribusi BlankOn berbahasa Banyumas.
Acara dimulai pukul 10 pagi. Menyesuaikan dengan waktu proklamasi kemerdekaan 67 tahun silam.
Dibuka oleh Yossy Suparyo, salah satu pegiat Gerakan Desa Membangun (GDM), yang kemudian juga bertindak sebagai host launching BlankOn Banyumas.
Kemudian kang Yossy, demikian sapaan akrabnya, mempersilakan Djati Kusumo selaku Direktur Politeknik (Poltek) Pratama memberikan sambutan.
Dalam sambutannya, Djati Kusumo menjelaskan peran Poltek Pratama sebagai “rumah” bagi Komunitas BlankOn Banyumas, tentu sangat mendukung kiprah BlankOn Banyumas untuk memajukan Banyumas. Djati Kusumo juga mengucapkan selamat atas pencapaian Komunitas BlankOn Banyumas.
“Sudah saatnya bangsa Indonesia berhenti menggunakan produk bajakan yang itu berrti sama dengan produk curian.” imbuh Djati Kusumo mengakhiri sambutannya.
Setelah sambutan Djati Kusumo, acara dilanjutkan presentasi apa itu BlankOn Banyumas oleh ketua Komunitas BlankOn Banyumas, Prianthon Subardio.
Berikutnya adalah demo instalasi OS BlankOn Banyumas. Demo ini diperagakan oleh siswa-siswa SMK Negeri 1 Purwokerto. Diantara siswa-siswa ini ada juga yang ikut terlibat dalam penerjemahan BlankOn Banyumas.
Instalasi OS yang petunjuknya menggunakan bahasa Banyumasan ini nemakan waktu kurang dari 3 menit. Dalam waktu yang sesingkat itu, laptop atau komputer telah terinstal OS lengkap dengan beragam aplikasi pendukungnya. Seperti aplikasi perkantoran, internet, olah grafis, dan multimedia.
Kemudian acara dilanjutkan dengan penyampaian tanggapan dari budayawan Banyumas, Ahmad Tohari. Budayawan yang dikenal dengan karya “Ronggeng Dukuh Paruk” (yang kemudian difilmkan dengan judul “Sang Penari”) memaparkan, bahwa sebetulnya bahasa Banyumas adalah bahasa yang egaliter karena tidak mengenal strata kebahasaan. Sama seperti bahasa nasional Indonesia, ketika menyebutkan kata “makan” untuk rakyat jelata sama bahasanya “makan” untuk pejabat negara. Sebuah bahasa yang ideal untuk praktek demokrasi.
Masih menurut Ahmad Tohari, hanya karena pengaruh bahasa Jawa yang mengenal tingkatan bahasa (ngoko, kromo, kromo inggil/alus), bahasa Jawa Banyumasan menjadi terpinggirkan. Bahasa Ngapak, demikian bahasa Banyumas juga disebut, menasional hanya pada tataran lawakan beragam pertunjukan hiburan. Singkat kata, Bahasa Banyumas cuma menjadi sekedar bahasa lawakan.
Untuk itu, Novelis “Bekisar Merah” yang sejak 1995 berjuang untuk mengajak warga Banyumas bangga kepada bahasanya sendiri, telah menyusun kamus Bahasa Banyumas. Sebagai catatan, kamus Bahasa Banyumas ini kedepan akan menjadi bantuan yang sangat berharga bagi para penerjemah BlankOn Banyumas.
Akhir kata, Ahmad Tohari mengungkapkan kegembiraan dan keharuannya atas launching sistem operasi yang mendukung bahasa Banyumasan.
“Inyong bungah uga terharu, siki bahasa Banyumas wis dadi bahasa kompyuter. (Saya senang dan terharu, sekarang bahasa Banyumas sudah menjadi bahasa komputer) ” begitu ungkap Ahmad Tohari.
Tidak berlama-lama karena ada keperluan lain, “Bapak Banyumas” ini kemudian meninggalkan Pendopo Wakil Bupati Banyumas.
Berikutnya adalah penyampaian kesan Budi Ragiel, Kepada Desa Melung , kecamatan Kedungbanteng, Banyumas.
Pak Budi, begitu biasa disebut, menceritakan bahwa sejak desa Melung menggunakan teknologi open source penghematan untuk servis komputer karena masalah virus, sangat signifikan. Ini dikarenakan OS linux BlankOn memang kebal virus. Di samping itu, komputer-komputer lama dengan spesifikasi rendah bisa kembali diberdayakan, karena BlankOn menuntut spesifikasi yang rendah.
Setelah Pak Budi, secara singkat Djarot asisten Budiman Sudjatmiko, anggota DPR RI dari Komisi II yang masih terjebak macet di perjalanan menuju acara, menyampaikan apresiasi Budiman Sudjatmiko atas peluncuran OS BlankOn Banyumas.
Penutup acara adalah penyematan Pin “Inyong Nganggo BlankOn Banyumas” kepada para pegiat BlankOn Banyumas.
Pada pukul 11.45 Wib, selesai sudah seluruh rangkaian acara Peluncuran OS BlankOn Banyumas.
BlankOn sendiri adalah salah satu distribusi linux buatan anak bangsa.
Sebelum ini, Sistem Operasi (OS, Operating System) BlankOn telah digunakan oleh desa-desa yang tergabung dalam GDM. BlankOn diterima oleh desa-desa GDM salah satunya adalah karena keunggulan ketahanan sistem operasi ini terhadap virus dan dapat ditanam di komputer dengan spesifikasi rendah.
Melihat kesungguhan desa untuk menggunakan sistem operasi yang legal, Komunitas BlankOn Banyumas berinisiatif untuk mentranslasi OS Blankon ke dalam bahasa Banyumas. Dukungan dalam bahasa Banyumas diharapkan kedepan masyarakat Banyumas akan lebih nyaman untuk menggunakan komputer dengan bahasa keseharian.
Penerjemahan sebuah sistem operasi bukanlah sebuah pekerjaan yang dapat diselesaikan oleh sebuah komunitas sendirian. Menyadari itu, Komunitas BlankOn Banyumas kemudian mengajak berbagai elemen di Banyumas untuk turut serta dalam penerjemahan OS BlankOn.
Dengan semangat egaliter-kegotongroyongan, dari praktisi TI, desa, siswa dan guru, budayawan, bahu membahu mengerjakan penerjemahan OS BlankOn ini dalam bahasa Banyumasan.
Kemudian, bertepatan dengan hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke 67, tanggal 17 Agustus 2012, OS linux BlankOn yang mendukung bahasa Banyumas resmi diluncurkan.
Selamat dan…Merdeka!
Juguran Blogger Banyumas 2012
Juguran dalam bahasa Banyumas dapat diartikan kegiatan berkumpul untuk berbincang dalam suasana santai. Seperti itulah konsep acara yang diselenggarakan oleh Komunitas Blogger Banyumas kali ini. Kegiatan kumpul santai sambil melihat potensi desa. Kegiatan yang mengundang blogger dari berbagai komunitas ini diselenggarakan pada tanggal 31 Juni – 1 Juli 2012. Acara ini dipusatkan di gedung Serbaguna desa Kedungbanteng, kecamatan Kedungbanteng, Banyumas.
Juguran Blogger Banyumas 2012 diproyeksikan untuk membantu mempercepat promosi desa-desa yang tergabung dalam Gerakan Desa Membangun (GDM) di wilayah Banyumas. Acara ini terselenggara berkat kerjasama dengan desa Kedungbanteng, desa Karangnangka, desa Dawuhan Wetan, desa Baseh, Politeknik Pratama, dan Pandi sebagai sponsor utama.
Berikut linimasa kegiatan Juguran Blogger Banyumas 2012 :
Jumat, 29 Juni 2012 :
- Selepas shalat Jumat, panitia mulai berkumpul di gedung Serbaguna desa Kedungbanteng
- Panitia mulai menyiapkan segala sesuatunya untuk acara Juguran Blogger Banyumas
- Malam hari, tamu-tamu undangan mulai berdatangan.
- Berturut-turut dimulai dari kedatangan perwakilan blogger dari DotSemarang, Plat M dari Madura, pegiat Gerakan JGOS (Jogja Goes Open Source) dan Infest Yogya, serta blogger perempuan dari Bandung.
- Tetamu yang sudah datang beristirahat di rumah Kepala Desa Kedungbanteng yang terletak di seberang depan gedung Serbaguna, untuk pria. Sedang peserta wanita menginap di rumah perangkat desa Kedungbanteng.
Sabtu, 30 Juni 2012 :
Pagi :
- Diisi dengan jalan santai ke lokasi Watu Jaran yang terletak tidak begitu jauh dari tempat menginap peserta.
- Menurut Kang Makmur, Perangkat Desa yang memandu kami, Watu Jaran adalah batu sungai utuh yang berukuran raksasa yang ada begitu saja di areal pesawahan. Keberadaannya semakin lama semakin tenggelam ke dalam tanah.
- Entah karena bentuknya atau karena besarnya batu sehingga bisa dinaiki beberapa orang sekaligus, batu ini disebut Watu Jaran yang berarti batu kuda.
- DariWatu Jaran ini, panorama keindahan lereng gunung Selamet bisa dinikmati.
- Jalan santai kemudian dilanjutkan mengunjungi kolam pembenihan ikan.
- Kemudian peserta dengan antusias menjelaskan penjelasan tentang pembenihan ikan. Pemilik kolam juga mendemonstrasikan pemanenan telur ikan gurameh.
- Selesai jalan santai di desa Kedungbanteng, kembali ke rumah inap untuk bersih diri dan sarapan khas desa.
Wisata Desa :
- Setelah menunggu kedatangan perwakilan dari BloggerNgalam Malang, santri Malhikdua Bumiayu dan Wong Kito Palembang, acara wisata desa Juguran Blogger Banyumas 2012 dimulai.
- Tempat pertama yang dikunjungi adalah Kelompok Tani Pembibitan Tananaman di desa Dawuhan Wetan, kecamatan Kedungbanteng, Banyumas.
- Sembari diberikan penjelasan tentang pembibitan, rombongan juga disuguhi beragam makanan khas Banyumas. Beragam cimplung (makanan dari ragam hasil bumi yang direbus di rendaman gula merah) dan buah-buahan hasil kebun disajikan.
- Tidak ketinggalan disajikan juga minuman badhek atau di beberapa daerah dikenal dengan legen. Minuman dari sadapan pohon Nira.
- Selesai menikmati itu semua, wisata desa berlanjut ke desa berikutnya. Menuju desa Karangnangka, kecamatan Kedungbanteng, Banyumas.
- Sebelum menuju lokasi potensi desa, diadakan penyambutan singkat sambil menikmati koneksi wifidi balai desa Karangnangka.
- Kemudian, potensi desa Karangnangka yang dikenalkan adalah peternakan kambing dan sapi perah. Peternakan ini dikelola oleh mantan buruh migran yang kini memiliki empat sapi perah dan beberapa ekor kambing.
- Kunjungan berikutnya adalah kerajinan tangan ibu-ibu desa Karangnangka.
- Penjualan hasil kerajinan ibu-ibu desa Karangnangka tersebut baru sebatas di tempat-tempat wisata Banyumas, seperti Baturaden.
- Perjalanan kemudian berlanjut ke desa Beji yang mengenalkan potensi pembenihan ikannya.
- Usaha perikanan di desa Beji telah beberapa kali meraih penghargaan skala nasional. Pemesanan benih ikan, dengan memanfaatkan internet, melayani hingga ke manca negara.
- Tiga desa, Kedungbanteng, Karangnangka dan Beji memang dikenal sebagai minapolitan. Atau desa-desa penghasil ikan.
- Wisata desa selesai. Peserta kembali ke gedung Serbaguna Kedungbanteng untuk menikmati santap siang.
Siang :
- Setelah shalat dan santap siang, acara dilanjutkan berupa sarasehan yang diselenggarakan di aula UPK Pendidikan Kedungbanteng.
- Hadir dalam sarasehan ini selain blogger-blogger peserta juga dari UKM, GDM, guru dan pelajar.
- Materi pertama disampaikan dari perwakilan Gapoktan Perikanan desa Beji. Kemudian berturut-turut dari GDM, Pak Guru Sawali dan Pandi.
- Semua materi telah disampaikan, kemudian dari Politeknik Pratama berorasi mengenalkan kampusnya sekaligus membagi doorprize. Doorprize juga dipersembahkan oleh toko komputer “Maju” dari Cilacap, yang akan membuka toko komputer berbasis komunitas di Purwokerto.
- Menjelang maghrib, acara sarasehan diakhiri, memberi kesempatan peserta untuk bersih diri.
Malam :
- Usai santap malam, bertempat di halaman depan gedung Serbaguna Kedungbanteng, peserta Juguran Blogger Banyumas 2012 dan warga sekitar dihibur oleh grup kesenian Kenthongan.
- Menariknya, para pemain Kenthongan ini kesemuanya adalah siswa-siswi SD Kedungbanteng kelas 3 – 5.
Video kesenian Kenthongan cilik yang memeriahkan Juguran Blogger Banyumas :
- Menjelang pukul 22.00 gelaran kesenian khas Banyumas ini diakhiri.
- Letih setelah berkegiatan seharian, sebagian besar peserta langsung terlelap di rumah inap. Sebagian kecil lainnya masih melanjutkan juguran santai ditemani wedang clebek (kopi racikan sendiri) dan limpahan jajanan desa.
Minggu, 1 Juli 2012 :
- Segarnya udara pegunungan membuat peserta semakin siap untuk menuntaskan rangkaian acara di hari terakhir Juguran Blogger Banyumas 2012.
- Bersih diri dan sarapan sudah dilakukan, berikutnya adalah menunggu mobil jemputan dari lokawisata Batur Agung. Tempat wisata desa di hari kedua.
- Sebuah mobil berbentuk harimau dan sebuah lagi berbentuk gajah kiriman Batur Agung datang menjemput ke gedung Serbaguna. Dengan antusias, para peserta naik dua mobil animal tersebut.
- Iring-iringan mobil animal dan mobil lainnya menuju desa Baseh, kecamatan Kedungbanteng, Banyumas.
- Lokasi pertama yang dituju adalah situs cagar budaya Batur Agung. Di sini, peserta disambut oleh juru kunci situs yang berpakaian adat lengkap. Selanjutnya para pegiat internet ini diajak masuk ke ruangan tempat menyimpan batu-batuan kuno dengan bentuk bermacam-macam.
- Seusai mengunjungi cagar budaya, rombongan bergerak menuju lokawisata waterpark Batur Agung.
- Selain rangkaian kolam renang, sebetulnya di waterpark ini terdapat wahana arung jeram, sayangnya aliran sungai Logawa yang menjadi wahana sedang surut untuk dapat digunakan arung jeram.
- Meski fasilitas arung jeram sedang tidak bisa digunakan, beberapa peserta termasuk panitia dengan semangat berendam dan bermain air di sungai Logawa tersebut.
- Puas bermain di sungai, kemudian berpindah mencicipi segarnya kolam renang dengan aliran air alami dari pegunungan.
Video lokawisata Batur Agung :
- Kegiatan bermain air ini akhirnya berhenti ketika memasuki waktu makan siang. Setelah itu, semua kembali ke gedung Serbaguna Kedungbanteng.
- Sepanjang perjalanan berangkat dan pulang melalui jalur yang berbeda, rombongan Juguran Blogger Banyumas disuguhi panorama desa-desa di kecamatan Kedungbanteng yang menakjubkan.
- Berangsur-angsur tamu-tamu dari jauh ini diantar ke Terminal Purwokerto untuk kembali ke daerah masing-masing.
- Juguran Blogger Banyumas 2012 selesai.
Demikian seluruh rangkaian acara Juguran Blogger Banyumas 2012. Kami selaku Panitia mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh undangan yang merelakan waktu, tenaga dan dananya untuk menempuh perjalanan jauh menuju Banyumas. Kami juga mengucapkan permohonan maaf atas segala keterbatasan selama berlangsungnya acara.
Terima kasih dan permohonan maaf itu juga kami sampaikan untuk segenap Panitia dan semua yang telah bekerja dengan luar biasa, sehingga acara Juguran Banyumas 2012 dapat berlangsung dengan lancar dan seru.
Segala publikasi yang teman-teman Blogger dari seluruh Indonesia tentang kegiatan ini adalah semata untuk membantu mempercepat kemajuan desa-desa di Banyumas.
foto-foto dan video yang diunggah diambil dari koleksi foto dan video peserta Juguran Blogger Banyumas 2012 yang dikumpulkan Panitia.
==========================================================
Tulisan lain tentang Juguran Blogger Banyumas :
- Juguran Blogger Banyumas
- #blonek to Banyumas – 7 Jam Naik Motor
- Watu Jaran, Batu Unik dari Banyumas
- Serunya Juguran Blogger Banyumas
- Kentongan, Kesenian dari Banyumas
- Situs Batur Agung, Cagar Wisata di Banyumas
- Waterpark Batur Agung
- Asyiknya #Juguran @BloggerBanyumas
- Perjalanan 14 Jam ke Banyumas #Juguran
- Cerita Kontingen Plat-M ke #Juguran
- Juguran Blogger Banyumas 2012
- Mengolahragakan Masyarakat dan Memasyarakatkan Olah Raga
- Gerakan Blogger Ndeso dan Pengembangan Ekonomi Kreatif Desa
- Hasil Juguran Blogger Banyumas
- Gerakan Desa Membangun – Juguran Blogger Banyumas
- Juguran Blogger Banyumas (hari 1)
- Juguran Blogger Banyumas Hari Kedua
- Juguran Blogger Banyumas Sebuah Kerja Dablongan
Gerakan Desa Membangun – Juguran Blogger Banyumas
Penyerahan Hadiah Lomba Desain Banyumasan
Purwokerto (15/7). Blogger Banyumas mendapat undangan dari Dablongan Clothing untuk menghadiri acara Penyerahan Hadiah Lomba Desain Banyumasan. Acara ini dilaksanakan di Rumah Kopi Obamb (review Rumah Kopi Obamb bisa dibaca di sini), pada Minggu malam, 15 Juli 2012.
Acara penyerahan hadiah ini merupakan puncak dari gelaran lomba desain kreatif bertemakan Banyumas yang diselenggarakan oleh Dablongan Clothing beberapa waktu sebelumnya. Lomba desain ini diadakan dalam rangka memperingati 1 tahun Dablongan Cltohing.
Hadir pada penyerahan hadiah ini, dua dari tiga pemenang lomba desain Banyumasan. Satu orang pemenang berhalangan hadir karena faktor usia.
Dua peserta yang hadir adalah Irfan dan Dadung yang mewakili Uciel. Menurut Dadung, Uciel tidak bisa hadir karena ada keperluan di Yogyakarta.
Ternyata Uciel, Irfan dan Dadung berasal dari komunitas yang sama, komunitas Fever. Meski begitu, menurut Dablongan Clothing, kedua pemenang yang berasal dari satu komunitas ini baru diketahui pihak Dablongan Clothing saat penyerahan hadiah malam ini. Ini dapat diartikan komunitas Fever berisi talenta-talenta berbakat di bidang grafis.
Pendapat Dablongan Clothing secara tidak langsung dibuktikan dengan penuturan dua perwakilan komunitas Fever tersebut. Secara bergantian, Irfan dan Dudung bercerita tentang komunitas Fever kepada Blogger Banyumas.
Komunitas Fever telah terbentuk beberapa tahun silam. Bermula dari perkawanan yang sering berkumpul, kemudian secara alami terbentuk sebuah komunitas yang mewadahi beberapa minat. Diantaranya minat bidang grafis, sepeda dan motor. Hanya saja untuk motor, lebih ke arah aplikasi grafis dengan media motor (seni paintbrush motor).
Tidak ada data pasti untuk jumlah anggota Fever. Ini lebih disebabkan sifat cairnya komunitas Fever. Siapa saja bebas untuk datang dan pergi secara kasual.
Meski begitu, komunitas yang bermarkas di desa Rempoa, Baturaden, Banyumas ini telah menyelenggarakan beberapa kegiatan. Diantaranya adalah gelaran pameran lukis di beberapa kafe di Purwokerto. Kemudian, dari penggemar sepedanya, memiliki kegiatan bersepeda setiap minggu. Sedangkan untuk penggemar paintbrush motor, Dudung menuturkan, hasil lukisan dengan media motor ini dimuat di MotoPlus.
Berikut adalah hasil desain Uciel dan Irfan yang diambil dari Facebook Dablongan Clothing :
Dablongan Clothing sebagai penyelenggara adalah sebuah usaha kreatif yang bergerak di bidang percetakan kaos bertemakan Banyumas. Dablongan Clothing mampu menangkap elemen-elemen khas daerah Banyumas dan menuangkannya secara kreatif melalui media kaos.
Sebagai partner Blogger Banyumas, Dablongan Clothing mendukung industri kreatif di Banyumas.

















































Komentar Mereka