Lokakarya Desa Membangun III, Desa Dermaji, Banyumas

Posted in: Desa Membangun- Mar 12, 2012 6 Comments

 

lokakarya desa membangun di Dermaji, Banyumas

Lokakarya Desa Membangun III di desa Dermaji, Banyumas

Dermaji, Banyumas — Tanggal 10-11 Maret 2012, Blogger Banyumas mengikuti kegiatan bertajuk : Lokakarya Desa Membangun III, di desa Dermaji, kecamatan Lumbir, Kabupaten Banyumas.

Ini adalah kali ketiga lokakarya yang diselenggarakan oleh Gerakan Desa Membangun di wilayah Banyumas. Sebelumnya diadakan di desa Melung, kemudian berlanjut di desa Beji.

Gerakan Desa Membangun itu sendiri, adalah gerakan gotong-royong yang melibatkan berbagai elemen yang ada. Diantaranya, Infest Jogja  sebagai fasilitator,  elemen lain yang juga berminat untuk menyukseskan gerakan ini, dan tentu saja segenap Perangkat dan warga Desa yang menghendaki desanya lebih maju dan mandiri.

Untuk wilayah Banyumas, Gerakan Desa Membangun ini didukung juga oleh Blogger Banyumas  dan BlankOn Banyumas .

Gerakan Desa Membangun (GDM) bertujuan dan berawal dari keinginan bersama-sama sesuai dengan bidang keahlian yang ditekuni saat ini untuk memanfaatkan potensi yang dimiliki oleh desa. Dengan memanfaatkan internet, menuju kemandirian desa.

Hal ini tidak lepas dari sentilan : selama ini ada gerakan “Membangun Desa”. Tanpa disadari, itu dapat diartikan desa sebagai objek gerakan, bukan sebagai inisiator dan pelaksana kegiatan yang membangun desanya. Ini mengakibatkan desa tidak menjadi mandiri. Karena selalu menantikan pembangunan yang dilakukan oleh orang lain kepada diri mereka.

Dari sinilah kemudian muncul keinginan untuk mengubah pola pikir tersebut. Sehingga desalah yang harus berinisiatif untuk melakukan apapun demi kemandirian desa. Memanfaatkan internet sebagai media komunikasi dan informasi, desa bergerak untuk memenuhi kebutuhan diri sendiri dan mengabarkan pada dunia tentang potensi desanya. Seperti yang sudah berhasil dilakukan oleh desa Mandalamekar . Sebuah desa di pelosok kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, yang “me-nasional” karena gerakan desa membangun ini.

Kesuksesan Mandalamekar, diikuti oleh desa Melung, Banyumas. Desa yang juga berada di “pelosok”, wilayah Banyumas. Sepertinya ada fenomena, bahwa desa-desa terpencil sebetulnya memiliki potensi dan semangat untuk membuat desa mereka lebih maju.

Tentu saja, sebuah keberhasilan tidak akan lengkap jika dilakukan sendiri. Untuk itu, GDM yang berhasil dilakukan desa Melung, kabar dan semangatnya segera menjalar ke desa-desa lain di wilayah Banyumas. Terbukti, dalam kurun waktu yang tidak terlalu lama, telah terlaksana Lokakarya Desa Membangun tiga kali berturut-turut.

Lokakarya ini bertujuan untuk mengenalkan kepada desa-desa lainnya, bahwa saat ini ada gerakan mandiri di bidang informasi dan teknologi (TIK), untuk memanfaatkan potensi desa melalui internet dan teknologi informasi lainnya. Para peserta adalah perwakilan desa, melalui perangkat desa atau lembaga musyawarah desa.

Menariknya, setiap Lokakarya jumlah peserta selalu bertambah dan desa-desa yang sudah berhasil menerapkan langkah awal gerakan inipun tetap semangat datang untuk berbagi ilmu dan pengalaman dengan desa lainnya.

Karena memang, setiap lokakarya acaranya disetting menjadi “dari desa untuk desa”. Seperti dua hari Lokakarya Desa Membangun III di desa Dermaji, kecamatan Lumbir, Banyumas ini.

acara lokarya desa dermaji banyumas

Acara Lokakarya Desa Membangun III yang interaktif

Selama dua hari (10-11 Maret 2012), acara lokakarya ini berisi kegiatan untuk berbagi pengalaman dari desa-desa yang sudah melaksanan gerakan ini, hingga pelatihan opensource didampingi langsung oleh para “desa senior” (perangkat desa yang sudah praktek terlebih dahulu. Sedangkan fasilitator gerakan desa membangun hanya bertindak sebagai pemandu acara.

Penerapan sistem piranti lunak-terbuka (free opensource software) di wilayah desa, juga menjadi harapan dan komitmen para peserta. Karena memakai piranti lunak yang bukan bajakan adalah salah satu langkah menuju kemandirian piranti lunak. Sehingga selamanya tidak didikte untuk membeli piranti lunak dengan harga mahal yang akan membebani anggaran desa. Apalagi kalau harus menggunakan produk curian (bajakan).

Piranti lunak terbuka yang dikenalkan pada kegiatan ini adalah salah satu distribusi Linux pengembangan anak bangsa, BlankOn. Direncanakan pertengahan tahun nanti, BlankOn sudah mendukung bahasa Banyumas.

Kegiatan yang dilaksanakan di desa yang berada di lereng bukit ini, dikemas se-interaktif mungkin. Karena dari para peserta inilah yang akan menerapkan didesanya setelah mereka kembali dari acara ini.

Untuk itu, ada kelas-kelas untuk beberapa materi, setelah materi umum. Ada kelas pewartaan warga (porta berita), kelas BlankOn, kelas perekonomian desa, serta kelas penentu kebijakan desa (kelas untuk para kepala desa).

Penat dengan kegiatan hari pertama, sore hari para peserta lokakarya desa membangun ditantang bermain sepak bola persahabatan dengan tim sepak bola desa Dermaji.

sepak bola desa dermaji banyumas
Pertandingan persahabatan Dermaji vs Desa Membangun

Setelah makan malam, peserta lokakarya GDM dihibur oleh kesenian daerah, Sintren.

Secara singkat, Sintren adalah kesenian berupa paduan gamelan (musik), nyanyian, dan tarian. Sintren dimulai dari seorang gadis berpakaian sehari-hari yang dimasukkan ke dalam kurungan, kemudian ketika kurungan dibuka, gadis sudah berganti dengan pakaian menari yang lengkap. Kemudian dilanjutkan si gadis menari untuk beberapa lama, kemudian menjemput pasangan menarinya, hingga sang gadis kembali ditutup kurungan untuk kemudian dibuka, dan sang gadis menjadi “lelaki” sebelum kembali menari.

Pagelaran yang diadakan di balai desa ini, menyedot perhatian warga desa Dermaji yang tumpah ruah menyaksikan Sintren.

sintren desa dermaji banyumas

Setelah pertunjukan selesai, para peserta yang menginap kembali melanjutkan obrolan santai ditemani oleh kopi dan beraneka ragam jajanan yang disediakan oleh Kepala Desa Dermaji.

Tidur sebentar dan suasana sejuk desa Dermaji, mampu mengembalikan kesegaran para peserta. Pukul 9 pagi acara siap dimulai.

Lokakarya hari kedua diagendakan untuk pendalaman materi hari pertama. Peserta masih terlihat bersemangat untuk kembali ke kelas masing-masing.

Sore hari, setelah ditutup oleh Kepala Desa Dermaji, peserta lokakarya GDM diajak untuk menanam pohon di sekitar daerah mata air.

Masih di sekitar lokasi penanaman pohon untuk menjaga daerah mata air, berikutnya peserta diajak menikmati segarnya air terjun yang masih asri.

penanaman pohon di desa dermaji banyumas

Penanaman pohon di desa Dermaji bersama Kades Melung

hutan desa dermaji banyumas
Perjalanan menuju curug (air terjun) Dermaji
air terjun desa dermaji banyumas

Curug (air terjun) Dermaji

Selesai sudah, seluruh rangkaian acara Lokakarya Desa Membangun III di desaDermaji, kecamatan Lumbir, kabupaten Banyumas. Saatnya semua peserta menerapkan dan melestarikan apa yang sudah didapat ini untuk kemajuan bersama, menuju desa yang mandiri.

peserta lokakarya desa membangun, desa dermaji, banyumas

Peserta Lokakarya Desa Membangun III, desa Dermaji, Banyumas

6 Responses to “Lokakarya Desa Membangun III, Desa Dermaji, Banyumas”

  1. Reply kamal joyo landoh says:

    pengennnnn dongggg

  2. Reply prianthon says:

    desa mengajarkan untuk mandiri, salut untuk kawan – kawan yang tergabung dalam gerakan desa membangun ini ;)

  3. Reply yossy suparyo says:

    Terimakasih atas berbagi informasi dan dukungan blogger banyumas pada pemeberdayaan masyarakat desa. Wujudkan Blogger Ndeso yang keren dong….

  4. Reply Stefanus says:

    Salut untuk dukungan Bloger Banyumas dalam sosialisasi desa membangun. Salam dari wong Banyumas yang baru mulai ngeblog ^_^

  5. Reply jay boana says:

    sukses mas, makin aktip yah membangun desa nya. salut buat warga desa yang masih punya semangat gotong royong..

  6. Reply darko says:

    maju terus dermaji krn aku wong dermaji asli [rt 04 rw 03 kr jambu] dermaji

Leave a Reply