Peluncuran Sistem Operasi BlankOn Banyumas
Purwokerto (17/8). Bertempat di Balai Kota Wakil Bupati Banyumas, Komunitas BlankOn Banyumas mengadakan Peluncuran Sistem Operasi BlankON Banyumas. Sebuah sistem operasi komputer yang berbasis sistem kode terbuka (open source) linux distribusi BlankOn berbahasa Banyumas.
Acara dimulai pukul 10 pagi. Menyesuaikan dengan waktu proklamasi kemerdekaan 67 tahun silam.
Dibuka oleh Yossy Suparyo, salah satu pegiat Gerakan Desa Membangun (GDM), yang kemudian juga bertindak sebagai host launching BlankOn Banyumas.
Kemudian kang Yossy, demikian sapaan akrabnya, mempersilakan Djati Kusumo selaku Direktur Politeknik (Poltek) Pratama memberikan sambutan.
Dalam sambutannya, Djati Kusumo menjelaskan peran Poltek Pratama sebagai “rumah” bagi Komunitas BlankOn Banyumas, tentu sangat mendukung kiprah BlankOn Banyumas untuk memajukan Banyumas. Djati Kusumo juga mengucapkan selamat atas pencapaian Komunitas BlankOn Banyumas.
“Sudah saatnya bangsa Indonesia berhenti menggunakan produk bajakan yang itu berrti sama dengan produk curian.” imbuh Djati Kusumo mengakhiri sambutannya.
Setelah sambutan Djati Kusumo, acara dilanjutkan presentasi apa itu BlankOn Banyumas oleh ketua Komunitas BlankOn Banyumas, Prianthon Subardio.
Berikutnya adalah demo instalasi OS BlankOn Banyumas. Demo ini diperagakan oleh siswa-siswa SMK Negeri 1 Purwokerto. Diantara siswa-siswa ini ada juga yang ikut terlibat dalam penerjemahan BlankOn Banyumas.
Instalasi OS yang petunjuknya menggunakan bahasa Banyumasan ini nemakan waktu kurang dari 3 menit. Dalam waktu yang sesingkat itu, laptop atau komputer telah terinstal OS lengkap dengan beragam aplikasi pendukungnya. Seperti aplikasi perkantoran, internet, olah grafis, dan multimedia.
Kemudian acara dilanjutkan dengan penyampaian tanggapan dari budayawan Banyumas, Ahmad Tohari. Budayawan yang dikenal dengan karya “Ronggeng Dukuh Paruk” (yang kemudian difilmkan dengan judul “Sang Penari”) memaparkan, bahwa sebetulnya bahasa Banyumas adalah bahasa yang egaliter karena tidak mengenal strata kebahasaan. Sama seperti bahasa nasional Indonesia, ketika menyebutkan kata “makan” untuk rakyat jelata sama bahasanya “makan” untuk pejabat negara. Sebuah bahasa yang ideal untuk praktek demokrasi.
Masih menurut Ahmad Tohari, hanya karena pengaruh bahasa Jawa yang mengenal tingkatan bahasa (ngoko, kromo, kromo inggil/alus), bahasa Jawa Banyumasan menjadi terpinggirkan. Bahasa Ngapak, demikian bahasa Banyumas juga disebut, menasional hanya pada tataran lawakan beragam pertunjukan hiburan. Singkat kata, Bahasa Banyumas cuma menjadi sekedar bahasa lawakan.
Untuk itu, Novelis “Bekisar Merah” yang sejak 1995 berjuang untuk mengajak warga Banyumas bangga kepada bahasanya sendiri, telah menyusun kamus Bahasa Banyumas. Sebagai catatan, kamus Bahasa Banyumas ini kedepan akan menjadi bantuan yang sangat berharga bagi para penerjemah BlankOn Banyumas.
Akhir kata, Ahmad Tohari mengungkapkan kegembiraan dan keharuannya atas launching sistem operasi yang mendukung bahasa Banyumasan.
“Inyong bungah uga terharu, siki bahasa Banyumas wis dadi bahasa kompyuter. (Saya senang dan terharu, sekarang bahasa Banyumas sudah menjadi bahasa komputer) ” begitu ungkap Ahmad Tohari.
Tidak berlama-lama karena ada keperluan lain, “Bapak Banyumas” ini kemudian meninggalkan Pendopo Wakil Bupati Banyumas.
Berikutnya adalah penyampaian kesan Budi Ragiel, Kepada Desa Melung , kecamatan Kedungbanteng, Banyumas.
Pak Budi, begitu biasa disebut, menceritakan bahwa sejak desa Melung menggunakan teknologi open source penghematan untuk servis komputer karena masalah virus, sangat signifikan. Ini dikarenakan OS linux BlankOn memang kebal virus. Di samping itu, komputer-komputer lama dengan spesifikasi rendah bisa kembali diberdayakan, karena BlankOn menuntut spesifikasi yang rendah.
Setelah Pak Budi, secara singkat Djarot asisten Budiman Sudjatmiko, anggota DPR RI dari Komisi II yang masih terjebak macet di perjalanan menuju acara, menyampaikan apresiasi Budiman Sudjatmiko atas peluncuran OS BlankOn Banyumas.
Penutup acara adalah penyematan Pin “Inyong Nganggo BlankOn Banyumas” kepada para pegiat BlankOn Banyumas.
Pada pukul 11.45 Wib, selesai sudah seluruh rangkaian acara Peluncuran OS BlankOn Banyumas.
BlankOn sendiri adalah salah satu distribusi linux buatan anak bangsa.
Sebelum ini, Sistem Operasi (OS, Operating System) BlankOn telah digunakan oleh desa-desa yang tergabung dalam GDM. BlankOn diterima oleh desa-desa GDM salah satunya adalah karena keunggulan ketahanan sistem operasi ini terhadap virus dan dapat ditanam di komputer dengan spesifikasi rendah.
Melihat kesungguhan desa untuk menggunakan sistem operasi yang legal, Komunitas BlankOn Banyumas berinisiatif untuk mentranslasi OS Blankon ke dalam bahasa Banyumas. Dukungan dalam bahasa Banyumas diharapkan kedepan masyarakat Banyumas akan lebih nyaman untuk menggunakan komputer dengan bahasa keseharian.
Penerjemahan sebuah sistem operasi bukanlah sebuah pekerjaan yang dapat diselesaikan oleh sebuah komunitas sendirian. Menyadari itu, Komunitas BlankOn Banyumas kemudian mengajak berbagai elemen di Banyumas untuk turut serta dalam penerjemahan OS BlankOn.
Dengan semangat egaliter-kegotongroyongan, dari praktisi TI, desa, siswa dan guru, budayawan, bahu membahu mengerjakan penerjemahan OS BlankOn ini dalam bahasa Banyumasan.
Kemudian, bertepatan dengan hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke 67, tanggal 17 Agustus 2012, OS linux BlankOn yang mendukung bahasa Banyumas resmi diluncurkan.
Selamat dan…Merdeka!









Selamat dan sukses atas peluncuran BlankOn Banyumas. Iyong melu bungah
nyong melu seneng pokokelah….bahasa banyumas dadi bahasa komputer..
sipplach… selamat dan semoga makin sukses untuk blankon banyumas.
photone inyong ora katon yach…. #ngrondaStreaming ^_^
Alhamdulillah.. merdeSa!!!
mangga pada dienggo lan dirupadaya maning supaya lewih apik dulur-dulur
Kue nek kepengin ndue BlankOn kepriwe carane? Maring sapa gole nembung? Infone ya min..nuwun
inyong pengin nganggo iku entuke kangendi yah
inyong pengin donlod lah,.
mbayar apa ora kueh nek ndonlod,..?
kang mbekayu sedulur pada.. nyong ya wong banyumas kie tepate wong cilongok pengin nglestarikna kebudayaan banyumas… kaya OSe kue… nyong pengen kue… downlode nang ndi…??? olih mbok di bagi-bagi